PENDIDIKAN MASA DEPAN
Faizhal Dawam Rifqi Maulana
Institut Agama Islam Negeri Madura
E-mail : faizhaldrm119@gmail.com
Abstrak
Proses-pendidikan adalah mempersiapkan manusia untuk
dapat hidup layak di masa depan, suatu masa yang tidak mesti sama bahkan cenderung
berbeda dengan masa kini. Berkaitan dengan kurikulum, dimensi jangka panjang
ini memberikan pemahaman bahwa suatu kurikulum harus merupakan jembatan bagi
peserta didik untuk dapat mengantarkan dari kehidupan masa kini ke kehidupan
masa depan. Peserta didik yang berada di bangku sekolah dewasa ini dipersiapkan
untuk dapat hidup secara layak dan bermanfaat baik bagi diri, keluarga dan
masyarakat.
Kata
Kunci : Pendidikan Masa Depan
Pendahuluan
Masa depan bangsa terletak
dalam tangan generasi muda. Mutu bangsa dikemudian hari tergantung pada
pendidikan yang dicapai anak-anaksekarang. Melalui pendidikan baik yang
bersifat formal ataupun non formalanakdidik akan mengalami suatu proses
perubahan dalam dirinya baik dalampengetahuan ataupun dalam kelakuan. Proses
perubahan diri ini dinamakandengan belajar. Secara tradisional belajar dianggap
sebagai tindakan atauperbuatan untuk menambah pengetahuan. Pendidikan adalah
bantuan yangdiberikan oleh orang dewasa kepada orang yang belum dewasa, agar
mencapaikedewasaan. Pendidikan di Indonesia sebagian besar dilaksanakan di
lembaga-lembaga sekolah. Melalui lembaga sekolah ini para orang tua
mempercayakananaknya untuk dapat dibantu dalam hal perkembangan aspek kognitif,
afektif dan psikomotoriknya menjadi lebih baik. Pendidikan sekolah
berartiserangkaian kegiatan terencana dan terorganisasi, termasuk kegiatan
dalamrangka proses belajar mengajar di dalam kelas, yang bertujuan
untukmenghasilkan perubahan-perubahan positif di dalam diri anak yang
sedangmenuju ke kedewasaan, sejauh berbagai perubahan itu dapat
diusahakanmelalui usaha belajar.
Pembahasan
Pengembangan adalah proses, cara, perbuatan mengembangkan (menjadikan maju yaitu baik
dan sempurna) atau pemerintah yang selalu berusaha dan pembangunan
secara bertahap dan teratur yg menjurus ke sasaran yg dikehendaki. Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang ada pada masa
kanak-kanak sampai remaja yang nantinya akan dibutuhkan pada saat kita dewasa
nanti. (J.J. Rousseau). Menurut Juhn
Dewey Pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal
ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa
dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk
untuk menghasilkan kesinambungan sosial.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara. (UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, pasal 1). Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mendapatkan
pengalaman dan mengembangkan potensi diri dengan proses pembelajaran sepanjang
hidup. Masa Depan adalah gambaran tentang kehidupan kita pada
beberapa kurun waktu ke depan.
Jadi Pengembangan Pendidikan Masa Depan adalah proses, cara, atau
perbuatan untuk menjadi maju dalam proses pembelajaran yang dilakukan untuk
kehidupan dikurun waktu yang akan datang.
Pendidikan
merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap masyarakat membutuhkan
pendidikan, sampai kapanpun dan dimanapun ia berada. Pendidikan
memiliki peranan yang sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan
manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang
yang berujung pada
keterpurukan. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk
menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping
memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.
Prinsip
penyelenggaraan pendidikan sebagai mana yang tercantum dalam UU No. 20
tahun 2003 bahwa pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan
berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi
manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa. Pendidikan
diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat
melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan
pendidikan.[1] Dari
prinsip diatas dapat disimpulkan bahwa dalam penyelenggaraan
pendidikan harus memperhatikan nilai kulturan, nilai keagamaan dan
semua kompenen masyarakat tanpa adanya diskriminatif.
Namun menurut
pemakalah pendidikan yang perlu diterapkan di Indonesia selain
mencangkup empat pilar yang canangkan UNESCO yaitu learning to know,
learning to do, learning to be dan
learning to live together, learn how to learn dan
learning troughout life.[2]
Penyelenggaraan pendidikan yang tercantum dalam Undang-undang
Sistem Pendidikan Nasional harus lebih mementingkan aspek
moral. Penekanan terhadap moral dipandang perlu karena dengan
sikap kreatif dan profesional saja bangsa ini akan hancur, hal ini dapat dilihat
pada keterpurukan moral para wakil rakyat yang korupsi sampai trilyunan rupiah.
Untuk mewujudkan pendidikan diatas pemerintah melalui pihak terkait harus lebih
tegas dalam menangani terhadap penyimpanganl-penyimpangan yang ada, terutama
terhadap pembiayaan pendidikan dan proses pendidikan baik mulai dari
perencanaan, kegiatan pembelajaran, evaluasi dan tindak lanjutnya. Pemerintah
juga berani menanggung biaya pendidikan minimal pendidikan wajib
belajar dengan pemenuhan segala keperluan yang menunjang
terhadap keberlangsungan proses pendidikan. Dengan demikian,
tuntutan pendidikan sekarang dan masa depan harus diarahkan
pada peningkatan kualitas kemampuan intelektual dan profesional serta
sikap, kepribadian dan moral manusia Indonesia pada umumnya, sehingga
antara pendidikan dan dunia kerja terjadi adanya kesesuaian
kebutuhan yuang diperlukan. Dengan kemampuan sikap profesional,
kreatif diharapkan dapat mengurangi pengangguran yang setiap tahunnya
meningkat, dengan memiliki sikap/moral yang tinggi mampu untuk hidup bersama dan
tolong menolong, bukan saling menggunakan keprofesionalannya
untuk membodohi yang lebih bodoh, dan tentunya apabila program diatas
berjalan secara baik dan benar mutu pendidikan semakin terus membaik.
Pada zaman sekarang ini ada perubahan sosial yang
berjalan begitu cepat namun ada juga yang berjalan dengan lamban, juga sangat
berdampak pada pendidikan, misalnya dengan bertambahnya penduduk yang cepat
maka perlu disediakan sekolah untuk menampung siswa tersebut, sehingga sarana
pendidikanpun juga harus dibangun lebih banyak. Lalu dengan perkembangan zaman
dan perubahan sosial itu pula kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan guna
menghadapi kehidupan yang semakin kompleks, akan sangat memerlukan pendidikan
guna mempersiapkan masyarakat itu sendiri dalam menghadapi perkembangan zaman
itu.[3]
Dampak lain dari terjadinya perubahan sosial terhadap pendidikan adalah dengan terus
dikembangkannya kurikulum yang mampu menjawab tantangan perubahan, juga dampak
pada perubahan sistem manajemen pendidikan yang berorientasi pada mutu (quality
oriented), yaitu akan peningkatan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan
menuju kepada pembelajaran unggul sehingga menghasilkan output yang
berkualitas.[4]
Kesimpulan
Pendidikan Masa Depan adalah proses, cara, atau perbuatan untuk menjadi
maju dalam proses pembelajaran yang dilakukan untuk kehidupan dikurun waktu
yang akan datang. terdapat empat pilar pendidikan masa depan UNESCO yaitu learning to know (Belajar untuk mengetahui), learning to do (Belajar untuk melakukan sesutau), learning to
be (Belajar untuk menjadi seseorang) dan learning
to live together (Belajar untuk hidup bersama). Dengan adanya
pendidikan masa depan ini maka banyak terjadi perubahan sosial terhadap pendidikan itu sendiri diantaranya
ialah dengan terus dikembangkannya kurikulum yang mampu menjawab tantangan
perubahan, juga dampak pada perubahan sistem manajemen pendidikan yang
berorientasi pada mutu (quality oriented), yaitu akan peningkatan
kualitas pembelajaran yang berkelanjutan menuju kepada pembelajaran unggul sehingga
menghasilkan output yang berkualitas.
Daftar Pustaka
Mastuhul.
Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional Abad 21.Yogyakarta : Safiria Insania Press
Tirtosudarmo,
Riwanto. 1994. Dinamika Pendidikan dan Ketenagakerjaan Pemuda Di Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia widiasarma Indonesia,
Syafaruddin
dan Nasution Irwan. 2005. Manajemen Pembelajaran. Jakarta: Quantum Teaching
Syamsidar.
Dampak Perubahan Sosial Budaya Terhadap Pendidikan. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol 2, No. 1
[1]UU No.20. Tahun 2005. Sistem
Pendidikan Nasional. Pasal 4, Ayat 1 dan 6
[2] Mastuhul. Menata
Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional Abad 21. (Yogyakarta : Safiria
Insania Press) hlm. 132-135.
[3]
Tirtosudarmo,
Riwanto, Dinamika Pendidikan dan Ketenagakerjaan Pemuda Di Indonesia, (Jakarta: PT. Gramedia
widiasarma Indonesia, 1994), hlm. 21.
[4]
Syafaruddin
dan Irwan Nasution, Manajemen Pembelajaran, (Jakarta: Quantum Teaching, 2005), hlm.13.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar