PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP
Faizhal Dawam Rifqi Maulana
Institut Agama Islam Negeri Madura
E-mail : faizhaldrm119@gmail.com
Abstrak
Konsep pendidikan seumur hidup
sebenarnya sudah ada sejak lama dipikirkan oleh pakar pendidikan dari zaman ke
zaman, apalagi bagi umat islam jauh sebelum orang-orang barat mengangkatnya
islam sudah lebih dulu mengenal pendidikan seumur hidup, sebagaimana dinyatakan
oleh Nabi Muhammad SAW yang berbunyi “ tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke
liang lahat “. Asas pendidikan seumur hidup ini merumuskan suatu asas bahwa
proses pendidikan merupakan proses kontinyu yang sejak seseorang dilahirkan
hingga meninggal dunia.
Kata Kunci : Pendidikan
Seumur Hidup
Pendahuluan
Pendidikan adalah modal utama
yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Dengan pendidikan akan meninggikan
manusia dan merendahkan manusia yang lain, manusia akan dianggap berharga bila
memiliki pendidikan yang berguna bagi sesamanya. Dalam kenyataan hidup sehari-hari dari dahulu
sudah dapat dilihat bahwa pada hakikatnya orang belajar sepanjang hidup,
meskipun dengan cara yang berbeda dan melalui proses yang tidak sama. Pendeknya
tidak ada batas usia yang menunjukkan tidak mungkinnya dan tidak dapatnya orang
belajar. Dorongan belajar sepanjang hayat itu terjadi karena dirasakan sebagai
kebutuhan.setiap orang merasa butuh untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya
dalam menghadapi dorongan-dorongan dari dalam dan alam sekitar, yang selalu
berubah. Sepanjang hidupnya manusia memang tidak pernah berada di dalam suatu
vakum. Mereka dituntut untuk mampu menyesuaikan diri secara aktif, dinamis,
kreatif, dan inovatif terhadap diri dan kemajuan zaman.
Pendidikan seumur hidup didasarkan pada
konsep bahwa seluruh individu harus memiliki kesempatan yang sistemik,
terorganisir untuk “instruction”, studi dan “learning” di setiap kesempatan.
Hal ini menunjukan bahwa pendidikan berlangsung tanpa batas yaitu mulai sejak
lahir sampai kita meninggal dunia. Selain itu islam juga mengajarkan untuk mempelajari tidak hanya ayat qouliyah saja,
tetapi ayat-ayat kauniyah, atau kejadian-kejadian di sekitar kita. Maka
jelaslah sudah bahwa pendidikan seumur hidup itu sangat benar adanya didalam
kehidupan kita.
Pembahasan
Pendidikan seumur hidup adalah sebuah konsep pendidikan
yang menerangkan tentang keseluruhan peristiwa kegiatan belajar mengajar dalam
proses pembinaan kepribadian yang berlangsung secara kontinyu dalam keseluruhan
hidup manusia. Proses pembinaan kepribadian memerlukan rentang waktu yang
relatif panjang, bahkan berlangsung seumur hidup.[1]
Pendidikan seumur hidup, yang disebut dengan Life Long Education adalah
pendidikan yang menekankan bahwa proses pendidikan berlangsung terus menerus
sejak seseorang dilahirkan hingga meningal dunia, baik dilaksanakan di jalur
pendidikan formal, non formal maupun informal
Pendapat ini menunjukan, pendidikan bukan hanya didapat
dari bangku sekolah atau pendidikan formal, namun juga dapat diperoleh dari
pendidikan informal dan non formal. Pendidikan berlangsung seumur hidup melalui
pengalaman-pengalaman yang dijalani dalam kehidupan manusia. Pendidikan seumur
hidup adalah sebuah sistem konsep pendidikan yang menerangkan keseluruhan
peristiwa kegiatan belajar mengajar dalam keseleuruhan kehidupan manusia.
Proses pendidikan seumur hidup berlangsung secara kontinyu dan tidak terbatas
oleh waktu, dan tempat sepanjang perjalanan hidup manusia sejak lahir hingga
meninggal dunia baik secara formal maupun non formal.[2]
Proses pendidikan seumur hidup tidak hanya dilakukan oleh seseorang yang sedang belajar pada
pendidikan formal, manun bagi semua lapisan masyarakat.
Implikasi merupakan akibat langsung atau konsekuensi dari
suatu keputusan. Dengan demikian maksudnya adalah sesuatu yang merupakan tindak
lanjut atau follow up dari suatu kebijakan atau keputusan tentang
pelaksanaan pendidikan seumur hidup. Penerapan azas pendidikan seumur hidup
pada isi program pendidikan dan sasaran pendidikan di masyarakat mengandung
kemungkinan yang luas. Implikasi pendidikan seumur hidup pada program
pendidikan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori yaitu:[3]
1. Pendidikan baca tulis
fungsional
Program ini tidak saja penting bagi pendidikan seumur
hidup dikarenakan relevansinya yang ada pada negara-negara berkembang dengan
sebab masih banyaknya penduduk yang buta huruf, mereka lebih senang menonton
TV, mendengarkan Radio, mengakses internet dari pada membaca. Meskipun cukup
sulit untuk membuktikan peranan melek huruf fungsional terhadap pembangunan
sosial ekonomi masyarakat, namun pengaruh IPTEK terhadap kehidupan masyarakat
misalnya petani, justru disebabkan oleh karena pengetahuanpengetahuan baru pada
mereka. Pengetahuan baru ini dapat diperoleh melalui bahan bacaan utamanya.
Realisasi baca tulis fungsional, minimal memuat dua hal, yaitu:
1. Memberikan kecakapan membaca, menulis, menghitung yang
fungsional bagi anak didik.
2. Menyediakan bahan-bahan bacaan yang diperlukan untuk
mengembangkan lebih lanjut kecakapan yang telah dimilikinya.
2. Pendidikan vokasional.
Pendidikan vokasional adalah sebagai program pendidikan
di luar sekolah bagi anak di luar batas usia sekolah, ataupun sebagai
pendidikan formal dan non formal, sebab itu program pendidikan yang bersifat
remedial agar para lulusan sekolah tersebut menjadi tenaga yang produktif
menjadi sangat penting. Namun yang lebih penting ialah bahwa pendidikan
vokasional ini tidak boleh dipandang sekali jadi lantas selesai.dengan terus
berkembang dan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi serta makin meluasnya
industrialisasi, menuntut pendidikan vokasiaonal itu tetap dilaksanakan secara
kontinyu.
3. Pendidikan profesional.
Realisasi pendidikan seumur hidup,dalam kiat-kiat profesi
telah tercipta Built in Mechanism yang memungkinkan golongan profesional
terus mengikuti berbagai kemajuan dan perubahan menyangkut metodologi, perlengkapan,
terminologi dan sikap profesionalnya. Sebab bagaimanapun apa yang berlaku bagi
pekerja dan buruh, berlaku pula bagi profesional, bahkan tantangan buat mereka
lebih besar.
4. Pendidikan ke arah
perubahan dan pembangunan.
Era globalisasi dan informasi yang ditandai dengan
pesatnya perkembangan IPTEK, telah mempengaruhi berbagai dimensi kehidupan
masyarakat, dengan cara masak yang serba menggunakan mekanik, sampai dengan
cara menerobos angkasa luar. Kenyataan ini tentu saja konsekuensinya menurut
pendidikan yang berlangsung secara kontinyu (lifelong education).
Pendidikan bagi anggota masyarakat dari berbagai golongan usia agar mereka
mampu mengikuti perubahan sosial dan pembangunan juga merupakan konsekuensi
penting dari azas pendidikan seumur hidup.
5. Pendidikan kewarganegaraan
dan kedewasaan politik
Selain tuntutan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
(IPTEK), dalam kondisi sekarang dimana pola pikir masyarakat. yang semakin maju
dan kritis, baik rakyat biasa, maupun pemimpin pemerintahan di negara yang
demokratis, diperlukan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik bagi
setiap warga negara. Pendidikan seumur hidup yang bersifat kontinyu dalam
konteks ini merupakan konsekuensinya.
Kesimpulan
Pendidikan seumur hidup
adalah proses pendidikan secara kontinyu berlangsung tanpa batas waktu dan
tempat yaitu mulai sejak lahir sampai akhir hayat manusia. Pendidikan ini
dilaksanakan di jalur pendidikan formal, non formal maupun informal yang
berlansung dalam keluarga, di sekolah, dalam pekerjaan dan dalam kehidupan
masyarakat. Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup adalah merupakan akibat langsung
atau konsekuensi dari suatu keputusan. Implikasi pendidikan seumur hidup pada
program pendidikan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori yaitu
pendidikan baca tulis fungsional, pendidikan vokasional, pendidikan profesional, pendidikan ke
arah perubahan dan pembangunan dan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan
politik.
Daftar Pustaka
Syam M Noor. 1998. Pengantar
Dasar-Dasar Pendidikan. Jakarta : Usaha Nasional
Mudyahardjo Redja. 2003. Pengantar Pendidikan. Jakarta : Rajagrafindo Persada,
Fathul Jannah, Pendidikan Seumur Hidup dan Iplikasinya,
Dinamika Ilmu, Vol. 13. No. 1, Juni 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar