Jumat, 31 Mei 2019

PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP


PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP

Faizhal Dawam Rifqi Maulana
Institut Agama Islam Negeri Madura
E-mail : faizhaldrm119@gmail.com

Abstrak
Konsep pendidikan seumur hidup sebenarnya sudah ada sejak lama dipikirkan oleh pakar pendidikan dari zaman ke zaman, apalagi bagi umat islam jauh sebelum orang-orang barat mengangkatnya islam sudah lebih dulu mengenal pendidikan seumur hidup, sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Muhammad SAW yang berbunyi “ tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat “. Asas pendidikan seumur hidup ini merumuskan suatu asas bahwa proses pendidikan merupakan proses kontinyu yang sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia.
Kata Kunci : Pendidikan Seumur Hidup

Pendahuluan
            Pendidikan adalah modal utama yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Dengan pendidikan akan meninggikan manusia dan merendahkan manusia yang lain, manusia akan dianggap berharga bila memiliki pendidikan yang berguna bagi sesamanya. Dalam kenyataan hidup sehari-hari dari dahulu sudah dapat dilihat bahwa pada hakikatnya orang belajar sepanjang hidup, meskipun dengan cara yang berbeda dan melalui proses yang tidak sama. Pendeknya tidak ada batas usia yang menunjukkan tidak mungkinnya dan tidak dapatnya orang belajar. Dorongan belajar sepanjang hayat itu terjadi karena dirasakan sebagai kebutuhan.setiap orang merasa butuh untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya dalam menghadapi dorongan-dorongan dari dalam dan alam sekitar, yang selalu berubah. Sepanjang hidupnya manusia memang tidak pernah berada di dalam suatu vakum. Mereka dituntut untuk mampu menyesuaikan diri secara aktif, dinamis, kreatif, dan inovatif terhadap diri dan kemajuan zaman.
            Pendidikan seumur hidup didasarkan pada konsep bahwa seluruh individu harus memiliki kesempatan yang sistemik, terorganisir untuk “instruction”, studi dan “learning” di setiap kesempatan. Hal ini menunjukan bahwa pendidikan berlangsung tanpa batas yaitu mulai sejak lahir sampai kita meninggal dunia. Selain itu islam juga mengajarkan untuk  mempelajari tidak hanya ayat qouliyah saja, tetapi ayat-ayat kauniyah, atau kejadian-kejadian di sekitar kita. Maka jelaslah sudah bahwa pendidikan seumur hidup itu sangat benar adanya didalam kehidupan kita.
Pembahasan
            Pendidikan seumur hidup adalah sebuah konsep pendidikan yang menerangkan tentang keseluruhan peristiwa kegiatan belajar mengajar dalam proses pembinaan kepribadian yang berlangsung secara kontinyu dalam keseluruhan hidup manusia. Proses pembinaan kepribadian memerlukan rentang waktu yang relatif panjang, bahkan berlangsung seumur hidup.[1] Pendidikan seumur hidup, yang disebut dengan Life Long Education adalah pendidikan yang menekankan bahwa proses pendidikan berlangsung terus menerus sejak seseorang dilahirkan hingga meningal dunia, baik dilaksanakan di jalur pendidikan formal, non formal maupun informal
            Pendapat ini menunjukan, pendidikan bukan hanya didapat dari bangku sekolah atau pendidikan formal, namun juga dapat diperoleh dari pendidikan informal dan non formal. Pendidikan berlangsung seumur hidup melalui pengalaman-pengalaman yang dijalani dalam kehidupan manusia. Pendidikan seumur hidup adalah sebuah sistem konsep pendidikan yang menerangkan keseluruhan peristiwa kegiatan belajar mengajar dalam keseleuruhan kehidupan manusia. Proses pendidikan seumur hidup berlangsung secara kontinyu dan tidak terbatas oleh waktu, dan tempat sepanjang perjalanan hidup manusia sejak lahir hingga meninggal dunia baik secara formal maupun non formal.[2] Proses pendidikan seumur hidup tidak hanya dilakukan oleh seseorang yang sedang belajar pada pendidikan formal, manun bagi semua lapisan masyarakat.
            Implikasi merupakan akibat langsung atau konsekuensi dari suatu keputusan. Dengan demikian maksudnya adalah sesuatu yang merupakan tindak lanjut atau follow up dari suatu kebijakan atau keputusan tentang pelaksanaan pendidikan seumur hidup. Penerapan azas pendidikan seumur hidup pada isi program pendidikan dan sasaran pendidikan di masyarakat mengandung kemungkinan yang luas. Implikasi pendidikan seumur hidup pada program pendidikan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori yaitu:[3]

1. Pendidikan baca tulis fungsional
            Program ini tidak saja penting bagi pendidikan seumur hidup dikarenakan relevansinya yang ada pada negara-negara berkembang dengan sebab masih banyaknya penduduk yang buta huruf, mereka lebih senang menonton TV, mendengarkan Radio, mengakses internet dari pada membaca. Meskipun cukup sulit untuk membuktikan peranan melek huruf fungsional terhadap pembangunan sosial ekonomi masyarakat, namun pengaruh IPTEK terhadap kehidupan masyarakat misalnya petani, justru disebabkan oleh karena pengetahuanpengetahuan baru pada mereka. Pengetahuan baru ini dapat diperoleh melalui bahan bacaan utamanya. Realisasi baca tulis fungsional, minimal memuat dua hal, yaitu:
1. Memberikan kecakapan membaca, menulis, menghitung yang fungsional bagi anak didik.
2. Menyediakan bahan-bahan bacaan yang diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut kecakapan yang telah dimilikinya.
2. Pendidikan vokasional.
            Pendidikan vokasional adalah sebagai program pendidikan di luar sekolah bagi anak di luar batas usia sekolah, ataupun sebagai pendidikan formal dan non formal, sebab itu program pendidikan yang bersifat remedial agar para lulusan sekolah tersebut menjadi tenaga yang produktif menjadi sangat penting. Namun yang lebih penting ialah bahwa pendidikan vokasional ini tidak boleh dipandang sekali jadi lantas selesai.dengan terus berkembang dan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi serta makin meluasnya industrialisasi, menuntut pendidikan vokasiaonal itu tetap dilaksanakan secara kontinyu.
3. Pendidikan profesional.
            Realisasi pendidikan seumur hidup,dalam kiat-kiat profesi telah tercipta Built in Mechanism yang memungkinkan golongan profesional terus mengikuti berbagai kemajuan dan perubahan menyangkut metodologi, perlengkapan, terminologi dan sikap profesionalnya. Sebab bagaimanapun apa yang berlaku bagi pekerja dan buruh, berlaku pula bagi profesional, bahkan tantangan buat mereka lebih besar.
4. Pendidikan ke arah perubahan dan pembangunan.
            Era globalisasi dan informasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan IPTEK, telah mempengaruhi berbagai dimensi kehidupan masyarakat, dengan cara masak yang serba menggunakan mekanik, sampai dengan cara menerobos angkasa luar. Kenyataan ini tentu saja konsekuensinya menurut pendidikan yang berlangsung secara kontinyu (lifelong education). Pendidikan bagi anggota masyarakat dari berbagai golongan usia agar mereka mampu mengikuti perubahan sosial dan pembangunan juga merupakan konsekuensi penting dari azas pendidikan seumur hidup.
5. Pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik
            Selain tuntutan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), dalam kondisi sekarang dimana pola pikir masyarakat. yang semakin maju dan kritis, baik rakyat biasa, maupun pemimpin pemerintahan di negara yang demokratis, diperlukan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik bagi setiap warga negara. Pendidikan seumur hidup yang bersifat kontinyu dalam konteks ini merupakan konsekuensinya.

Kesimpulan
            Pendidikan seumur hidup adalah proses pendidikan secara kontinyu berlangsung tanpa batas waktu dan tempat yaitu mulai sejak lahir sampai akhir hayat manusia. Pendidikan ini dilaksanakan di jalur pendidikan formal, non formal maupun informal yang berlansung dalam keluarga, di sekolah, dalam pekerjaan dan dalam kehidupan masyarakat. Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup adalah merupakan akibat langsung atau konsekuensi dari suatu keputusan. Implikasi pendidikan seumur hidup pada program pendidikan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori yaitu pendidikan baca tulis fungsional, pendidikan vokasional, pendidikan profesional, pendidikan ke arah perubahan dan pembangunan dan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik.

Daftar Pustaka
Syam M Noor. 1998. Pengantar Dasar-Dasar Pendidikan. Jakarta : Usaha Nasional
Mudyahardjo Redja. 2003. Pengantar Pendidikan. Jakarta : Rajagrafindo Persada,
Fathul Jannah, Pendidikan Seumur Hidup dan Iplikasinya, Dinamika Ilmu, Vol. 13. No. 1, Juni 2013



[1] M. Noor Syam, Pengantar Dasar-Dasar Pendidikan, (Jakarta, Usaha Nasional,1998) hal. 123
[2] Redja Mudyahardjo, Pengantar Pendidikan, (Jakarta, Rajagrafindo Persada, 2003) hal.31
[3] Fathul Jannah, Pendidikan Seumur Hidup dan Iplikasinya, Dinamika Ilmu, Vol. 13. No. 1, Juni 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ANAK DIDIK SEBAGAI FAKTOR PENDIDIKAN

ANAK DIDIK SEBAGAI FAKTOR PENDIDIKAN (Ragam A l iran Kemungkinan Pendidikan Bagi Anak) Faizha l Dawam Rifqi Mau l ana Institut ...