Jumat, 31 Mei 2019

ALAT PENDIDIKAN


ALAT PENDIDIKAN
(Jenis dan Kedudukan Alat Pendidikan)

Faizhal Dawam Rifqi Maulana
Institut Agama Islam Negeri Madura
E-mail : faizhaldrm119@gmail.com

Abstrak
Dalam terjadinya proses pendidikan, tidak terlepas dari yang namanya faktor yang mempengaruhi tercapainya suatu pendidikan. salah satu dari faktor tersebut yaitu Alat pendidikan, dimana dalam faktor ini menurut berbagai pendapat tokoh terkemuka bahwa alat pendidikan pada umunya sarana untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat pendidikan bergerak dalam berbagai sisi, sehingga terdapat jenis-jenis alat pendidikan, dengan pentingnya alat pendidikan ini sehingga mempunyai kedudukan dalam proses pendidikan.
Kata Kunci : Jenis, Kedudukan
Pendahuluan
            Alat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan dan pencapaian tujuan pendidikan. Oleh sebab itu, pemerintah dan tenaga pendidik hendaknya tidak meremehkan masalah alat. Kelengkapan dari alat-alat pendidikan mempunyai pengaruh yang sangat besar pada berhasilnya pendidikan dan pengajaran. Alat pelajaran yang lengkap akan membuka kesempatan bagi peserta didik untuk pembentukan formal, pengetahuan, sikap belajar dan pola berfikir siswa didik kearah yang lebih baik.
        Pemilihan alat pendidikan hendaknya dapat dipergunakan langsung oleh peserta didik dalam penyampaian materi dan lebih banyak melibatkan indra mereka.


Penbahasan
            Alat pendidikan berperan penting dalam proses belajar mengajar untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang sesuai dengan harapan. Peran alat pendidikan perlu dikembangkan secara optimal agar menunjang kelancaran proses pendidikan. Terdapat bermacam macam pendapat mengenai pengertian alat pendidikan sebagai sarana untuk mencapai tujuan.
          Muharam A. menyatakan bahwa alat pendidikan adalah segala sesuatu yang digunakan untuk kegiatan pendidikan, baik berbentuk material maupun non material.             Indrakusumah menyatakan bahwa alat pendidikan berupa perbuatan-perbuatan atau tindakan-tindakan yang secara konkrit dan tegas dilaksanakan, guna menjaga agar proses pendidikan bisa berjalan dengan lancar dan berhasil.
            Ahmadi menyatakan bahwa alat pendidikan adalah hal yang tidak saja memuat kondisi-kondisi yang memungkinkan terlaksananya pekerjaan mendidik, tetapi alat pendidikan itu telah mewujudkan diri sebagai perbuatan atau situasi, dengan perbuatan dan situasi yang dicita-citakan dengan tegas, dapat menapai tujuan pendidikan.[1]
          Jadi Secara umum, alat pendidikan adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Jenis Alat Pendidikan
            Ditinjau dari bentuknya alat pendidikan dibagi menjadi 2 macam, yaitu
1. Berbentuk benda (material), misalnya papan tulis, bangku, meja, alat tulis dan sebagainya.
2. Berbentuk Non Benda (Non Material), Misalnya pemberitahuan, teguran, peringatan, ganjaran, dan sebagainya.
            Sedangkan dilihat dari pelaksanaannya, alat pendidikan di bagi menjadi 2 macam, yaitu alat pendidikan langsung, dan alat pendidikan tidak langsung.[2]
Abdurrahman al-Nahlawi membagi alat-alat pendidiakn menjadi dua macam yaitu :
a. Alat-alat Material
Alat-alat tidak kongkret seperti isi pendidikan, bahan pelajaran dan metode pendidikan.
b. Alat-alat Maknawi
Seperti : gedung sekolah. perpustakaan dan alat peraga, dll.[3]
Suwarno membedakan alat-alat pendidikan dari beberapa segi berikut :
  1. Alat pendidikan positif dan negatif : positif, jika ditunjukkan agar anak mengerjakan sesuatu yang baik, misalnya : contoh yang baik pembiasaan, perintah, pujian, dan ganjaran. Negatif, jika tujuannya menjaga supaya anak didik jangan mengerjakan sesuatu yang jelek, misalnya : larangan, celaan, peringatan, ancaman, hukuman.
  2. Alat pendidikan preventif dan korektif ; preventif jika maksudnya mencegah anak sebelum anak berbuat sesuatu yang tidak baik. Misalnya, pembiasaan, perintah, pujian, ganjaran. Korektif jika maksudnya memperbaiki karena anak telah melanggar ketertiban atau berbuat sesuatu yang buruk. Misalnya. Celaan, ancaman, hukuman.
  3. Alat pendidikan yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan. Menyenangkan yaitu menimbulkan rasa senang pada anak-anak. Misalnya pengajaran dan pujian. Tidak menyenangkan yaitu yang menimbulkan perasaan tidak senang pada anak-anak. Misalnya, hukuman dan celaan.
Alat-alat pendidikan yang sangat penting ialah
a.    Pembiasaan dan pengawasan
b. Perintah dan larangan
c. Ganjaran dan hukuman.
Pembiasaan
                  Pembiasaan adalah salah satu alat pendidikan yang penting sekali, terutama bagi anak-anak yang masih kecil. Anak-anak kecil belum menginsyafi apa yang dikatakan baik dan apa yang dikatakan buruk dalam arti asusila. Oleh karena itu, pembiasaan merupakan alat satu-satunya. Sejak dilahirkan anak-anak harus dilatih dengan kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan yang baik, seperti dimandikan dan ditidurkan pada waktu tertentu, diberi makan dengan teratur dan sebagainya.
Pengawasan
Di atas telah dikatakan bahwa pembiasaan yang baik membutuhkan pengawasan. Pengawasan itu penting sekali dalam mendidik anak. Tanpa pengawasan berarti membiarkan anak berbuat sekehendaknya anak tidak akan dapat membedakan yang baik dan yang buruk, tidak mengetahui mana yang seharusnya dihindari atau tidak senonoh dan mana yang boleh dan harus dilaksanakan, mana yang membahayakan dan mana yang tidak.
Tetapi pendapat para ahli didik sekarang umumnya, sependapat bahwa pengawasan adalah alat pendidikan yang penting dan harus dilaksanakan, biarkan secara berangsur-angsur anak itu harus diberi kebebasan. Pendapat yang akhir ini mengatakan bukankah kebebasan itu yang dijadikan pangkal atau permulaan pendidikan, melainkan kebebasan itu yang hendak diperoleh pada akhirnya.
Perintah
Perintah bukan hanya apa yang keluar dari mulut seseorang yang harus dikerjakan oleh orang lain. Melinkan dalam hal ini termasuk pula peraturan-peraturan umum yang harus ditaati oleh anak-anak. Tiap-tiap perintah dan peraturan dalam pendidikan mengandung norma-norma kesusilaan, jadi bersifat memberi arah atau mengandung tujuan ke arah peraturan susila.
Larangan
Di samping memberi perintah, sering pula kita harus melarang perbuatan anak-anak. Larangan itu biasanya kita keluarkan jika anak melakukan sesuatu yang tidak baik, yang merugikan, atau dapat membahayakan dirinya.
Ganjaran
Ganjaran adalah salah satu alat pendidikan yang untuk mendidik anak-anak supaya anak dapat merasa senang karena perbuatan atau pekerjaannya mendapat penghargaan. Pendidik bermaksud suapaya dengan ganjaran itu anak menjadi lebih giat lagi usahanya untuk mempertinggi prestasi yang telah dicapainya untuk bekerja atau berbuat lebih lagi.
Hukuman
                  Hukuman adalah alat pendidikan yang tidak lepas dari sistem kemasyarakatan serta kenegaraan yang berlaku pada waktu itu, dengan kata lain hukuman adalah penderitaan yang diberikan atai di timbulkan dengan sengaja oleh seseorang.[4]
Kesimpulan
            alat pendidikan berperan penting dalam proses belajar mengajar untuk mewujudkan tujuan penddikan yang sesuai dengan harapan. peran alat pendidikakn perlu dikembangkan secara optimal agar menunjuang kelancaraan proses pendidikan.
            Alat pendidikan adalah langkah-langkah yang diambil demi kelancaran proses pelaksanaan pendidikan. Jadi alat pendidikan itu berupa usaha dan perbuatan yang secara kongkrit dan tegas dilaksanakan, guna menjaga agar proses pendidikan bisa berjalan dengan lancar dan berhasil. Namun secara umu, alat pendidikan adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Daftar Pustaka
Indrakusuma Amir . 1973. Pengantar Ilmu Pendidikan.  Surubaya : Usaha Nasional
Maimunah Binti. 2009. Ilmu pendidikan. Yogyakarta : Teras
Nurmadinah. 2016. Media Pendidikan. Jurna al-Afkar. Vol. V No. 1.l
Purwanto Ngalim, 1994. Ilmu Pendidikan Teoritis & Praktis, Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.


[1] Amir  Indrakusuma. Pengantar Ilmu Pendidikan.  (Surubaya : Usaha Nasional, 1973) hlm. 138
[2] Binti Maimunah. Ilmu pendidikan. (Yogyakarta : Teras. 2009) hlm. 57
[3] Nurmadinah. 2016. Media Pendidikan.Jurna al-Afkar. Vol. V No. 1. hlm. 52.
[4] Purwanto Ngalim. Ilmu Pendidikan Teoritis & Praktis. (Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 1994) hlm.121

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ANAK DIDIK SEBAGAI FAKTOR PENDIDIKAN

ANAK DIDIK SEBAGAI FAKTOR PENDIDIKAN (Ragam A l iran Kemungkinan Pendidikan Bagi Anak) Faizha l Dawam Rifqi Mau l ana Institut ...