Jumat, 31 Mei 2019

LINGKUNGAN PENDIDIKAN


LINGKUNGAN PENDIDIKAN
(Jenis Dan Kedudukan Lingkungan Pendidikan)

Faizhal Dawam Rifqi Maulana
Institut Agama Islam Negeri Madura
E-Mail : faizhaldrm119@gmail.com

Abstrak
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi manuia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Disisi lain proses perkembangan dan pendidikan manusia tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan formal ( sekolah ) saja. Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Ketiga lingkunga itu sering disebut sebagai tripusat pendidikan. Dengan kata lain proses perkembangan pendidikan manusia untuk mencapai hasil yang maksimal tidak hanya tergantung tentang bagaimana sistem pendidikan formal dijalankan. Namun juga tergantung pada lingkungan pendidikan yang berada diluar lingkungan formal.
Kata Kunci : lingkungan pendidikan, tripusat pendidikan
Pendahuluan
            Pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai pihak , khususnya keluaga , sekolah dan ,masyarakat sebagai lingkungan pendidikan yang dikenal sebagai tripusat pendidikan. Fungsi dan peranan tri pusat pendidikan itu , baik sendiri maupun bersama-sama, merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan  pendidikan yakni membangun manusia Indonesia seutuhnya serta menyiapkan sumber daya manusia pembangunan yang bermutu.
            Lingkungan (environment) merupakan salah satu unsur/komponen pendidikan. Lingkungan itu bermacam-macam yang satu dengan yang lain saling pengaruh-mempengaruhi berdasarkan fungsinya masing-masing dan kelancaran proses dan hasil pendidikan. Sebagaimana pendidikan umumnya, kita mengetahui bahwa  pendidikan merupakan suatu kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia, baik dalam lingkungan keluarga yaitu orang tua sebagai pendidik di dalam keluarga dan guru di lingkungan sekolah. Pengaruh serta timbal balik pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat sangatlah penting karena itu sangat menentukan kejiwaan serta tingkah laku anak didik dalam kehidupan sosial masyarakat. Pemahaman  peranan keluarga, sekolah dan masyarakat sebagai lingkungan pendidikan akan sangat penting dalam upaya membantu perkembangan peserta didik yang optimal.


Pembahasan
            Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan anak didik. Dalam lingkunganlah anak didik hidup dan berinteraksi dalam mata rantai kehidupan yang disebut ekosistem.Saling ketergantungan antara lingkungan biotic dan abiotik tidak dapat dihindari.Itulah hukum alam yang harus dihadapi oleh anak didik sebagai makhluk hidup yang tergolong kelompok biotic.[1]
            Abuddin Nata mengatakan, lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yangmengitari kehidupan, baik berupa fisik seperti alam jagat raya dengan segala isinya,maupun nonfisik, seperti suasana kehidupan beragama, nilai-nilai dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat, ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang berkembang, sertateknologi.[2]
            Sedangkan menurut Sartain, yang dimaksud dengan lingkungan meliputi semuakondisi dalam dunia ini yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan, atau life proccess kita kecuali gen-gen.[3]

Jenis-jenis Lingkungan pendidikan
            Lingkungan pendidikan adalah tempat seseorang memperoleh pendidikan secara langsung dan tidak langsung. Oleh karena itu, lingkungan pendidikan ada yang bersifat sosial dan material. Lingkungan pendidikan secara garis besarnya oleh Ki Hajar Dewantoro dibagi menjadi tiga yang disebut denga Tri Pusat Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.[4]

1. Lingkungan Keluarga
            Keluarga merupakan suatu soaial terkecil dalam kehidupan umat manusia sebagai makhluk sosial, ia merupakan unit pertama dalam masyarakat. Disitulah terbentuknya tahap awal proses sosialiasi dan perkembangan individu. Keluarga merupakan masyarakat alamiah yang pergaulan diatara golongannya bersifat khas. Di lingkungan ini terletak dasar-dasar pendidikan. Disini pendidikan berlangsung dengan sendirinya sesuai dengan tatanan pergaulan yang berlaku didalamnya.[5]
            Menurut Mohammad Surya dalam bukunya menjelaskan bahwa dari sekian banyak faktor -faktor yang mengkodidisikan penyesuaian diri, tidak ada satupun faktor yang lebih penting selain daripada factor rumah dan keluarga karena keluarga merupakan satuan kelompok sosial yang terkecil. Dan lingkungan yang paling awal bagi perkembangan individu adalah Rahim ibu yang kemudian berkembang pada lingkungan yang lebih luas, seperti pola dan kualitas pertumbuhan dan perkembangan individu lingkungan tersebut. Lingkungan alam tempat individu dilahirkan dan dibesarkan akan banyak mempengaruhi kondisi perkembangan individu.
2. Lingkungan Sekolah
            Kegiatan pendidikan pada mulanya dilaksanakan dalam lingkungan keluarga dengan menempatkan ayah dan ibu sebagai pendidikan utama, dengan semakin dewasanyaanak semakin banyak hal-hal yang dibutuhkannya untuk dapat hidup di dalam masyarakat secara layak dan wajar. Sebagai respon dalam memenuhi kebutuhan tersebut muncullah usaha untuk mendirikan sekolah di lingkungan keluarga.
            Sekolah memegang peranan penting dalam pendiidkan karena pengaruhnya besar sekali pada jiwa anak. Maka disamping keluarga sebagai pusat pendidikan, sekolah pun mempunyai fungsi sebagi pusat pendidikan untuk pembentukan pribadi anak. Dengan sekolah, pemerintah mendidik bangsanya untuk menjadi seorang ahli yang sesuai dengan bidang dan bakatnya si anak yang berguna bagi dirinya, dan berguna bagi nusa dan bangsanya.[6] Sekolah sengaja disediakan atau dibangun khusus untuk tempat pendidikan, maka dari itu, sekolah sebagai tempat atau lembaga pendiidkan kedua setelah keluarga, lebih –lebih mempunyai fungsi melanjutkan pendidikan keluarga dengan guru sebagi pengganti orang yang harus ditaati. Dalam perkembangan fisik dan psikologi anak, selanjutnya anak itu memperoleh pengalaman-pengalaman baru dalam hubungan sosialnya dengan anak –anak lain yang berbeda status sosial, kesukuan, agama, jenis kelamin, dan kepribadian. Lambat laun ia membebaskan diri dari ikatan rumah tangga untuk mencapai kedewasaan dalam hubungan sosialnya dengan masyarakat luas.

3. Lingkungan Masyarakat
            Dari lahir sampai mati manusia hidup sebagai anggota masyarakat. Hidup dalam masyarakat berarti adanya interaksi sosial dengan orang-orang di sekitar dan dengan demikian mengalami pengaruh dan mempengaruhi orang lain. Interaksi sosial sangat utama dalam tiap masyarakat.
            Masyarakat merupakan lembaga pendidikan ketiga sesudah keluarga dan sekolah, mempunyai sifat dan fungsi yang berbeda dengan ruang lingkup dengan batasan yang tidak jelas dan keanekaragaman bentuk kehudupan sosial serta berjenis-jenis budaya.Masyarakat diartikan sebagai sekumpulan orang yang menempati suatu daerah, diikat oleh pengalaman-pengalaman yang sama, memiliki sejumlah persesuaian dan sadar akan kesatuannya, serta dapat bertindak bersama untuk mencukupi krisis kehidupannya.[7]
Unsur-unsur pokok dan suatu masyarakat adalah:
a.Adanya unsur kelompok manusia yang bertempat tinggal di daerah tertentu.
b.Mempunyai tujuan yang sama
c.Mempunyai nilai-nilai dan norma-norma yang ditaati bersama
d.Mempunyai perasaan baik suka maupun duka
e.Mempunyai organisasi yang ditaati[8]
            Di masyarakat terdapat norma-normasosial budaya yang harus diikuti oleh warganya dan norma-norma itu berpengaruh dalam pembentukan kepribadian warganya dalam bertindak dan bersikap.Norma-norma masyarakat yang berpengaruh tersebut merupakan aturan-aturan yang ditularkan oleh generasi tua kepada generasi mudanya. Penularan-penularan yang dilakukan dengan sadar dan bertujuan ini sudah merupakan proses pendidikan masyarakat.


Kesimpulan
            Proses mencapai tujuan pendidikan untuk menghasilkan manusia yang unggul baik secara pribadi maupun penguasaan ilmu pengetahuan tidak hanya tergantung tentang  bagaiamana sistem pendidikan di jalankan oleh lingkungan pendidikan formal.  Namun juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga serta lingkungan masyarakat. Antara lingkungan pendidikan yang satu dan lingkungan yang lain yang disebut sebgaia tripusat pendidikan tidak dapat berdiri sendiri, namun ada hubungan saling mempengaruhi diantara lingkungan pendidikan.

Daftar Pustaka
Ahmadi Abu, Uhbiyati Nur. 1995. Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta,
Daradjat Zakiah. 2008. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara
Djamarah Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Hasbullah. 2012. Dasar –Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers
Nata Abuddin. 2010. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana
Purwanto Ngalim. 2000. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: Remaja             Rosdakarya




[1] Syaiful Bahri Djamarah. Psikologi Belajar. (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002), hlm.142
[2] Abuddin Nata. Ilmu Pendidikan Islam. (Jakarta: Kencana, 2010) hlm.291.
[3] M. Ngalim Purwanto. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000) hlm.72
[4] Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan. (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1995), hlm.66
[5] Zakiah Daradjat. Ilmu Pendidikan Islam. (Jakarta: Bumi Aksara, 2008) hlm. 66
[6] Op.cit, Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan. hlm. 180
[7] Hasbullah. Dasar –Dasar Ilmu Pendidikan. (Jakarta: Rajawali Pers, 2012) hlm. 55
[8] Op.cit, Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan. hlm. 31

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ANAK DIDIK SEBAGAI FAKTOR PENDIDIKAN

ANAK DIDIK SEBAGAI FAKTOR PENDIDIKAN (Ragam A l iran Kemungkinan Pendidikan Bagi Anak) Faizha l Dawam Rifqi Mau l ana Institut ...