LINGKUNGAN PENDIDIKAN
(Jenis Dan Kedudukan Lingkungan Pendidikan)
Faizhal Dawam
Rifqi Maulana
Institut
Agama Islam Negeri Madura
E-Mail : faizhaldrm119@gmail.com
Abstrak
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi manuia.
Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia
menurut ukuran normatif. Disisi lain proses perkembangan dan pendidikan manusia
tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam
sistem pendidikan formal ( sekolah ) saja. Manusia selama hidupnya selalu akan
mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Ketiga lingkunga
itu sering disebut sebagai tripusat pendidikan. Dengan kata lain proses
perkembangan pendidikan manusia untuk mencapai hasil yang maksimal tidak hanya
tergantung tentang bagaimana sistem pendidikan formal dijalankan. Namun juga
tergantung pada lingkungan pendidikan yang berada diluar lingkungan formal.
Kata Kunci : lingkungan pendidikan, tripusat pendidikan
Pendahuluan
Pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai pihak , khususnya keluaga , sekolah
dan ,masyarakat sebagai lingkungan pendidikan yang dikenal sebagai tripusat
pendidikan. Fungsi dan peranan tri pusat pendidikan itu , baik sendiri maupun
bersama-sama, merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan pendidikan
yakni membangun manusia Indonesia seutuhnya serta menyiapkan sumber daya
manusia pembangunan yang bermutu.
Lingkungan (environment) merupakan salah satu
unsur/komponen pendidikan. Lingkungan itu bermacam-macam yang satu dengan yang
lain saling pengaruh-mempengaruhi berdasarkan fungsinya masing-masing dan
kelancaran proses dan hasil pendidikan. Sebagaimana pendidikan
umumnya, kita mengetahui bahwa pendidikan merupakan
suatu kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia, baik dalam lingkungan
keluarga yaitu orang tua sebagai pendidik di dalam keluarga dan guru di
lingkungan sekolah. Pengaruh serta timbal balik pendidikan di sekolah,
keluarga, dan masyarakat sangatlah penting karena itu sangat menentukan
kejiwaan serta tingkah laku anak didik dalam kehidupan sosial masyarakat.
Pemahaman peranan keluarga, sekolah dan masyarakat sebagai lingkungan
pendidikan akan sangat penting dalam upaya membantu perkembangan peserta didik
yang optimal.
Pembahasan
Lingkungan merupakan
bagian dari kehidupan anak didik. Dalam lingkunganlah anak didik hidup dan
berinteraksi dalam mata rantai kehidupan yang disebut ekosistem.Saling
ketergantungan antara lingkungan biotic dan abiotik tidak dapat dihindari.Itulah
hukum alam yang harus dihadapi oleh anak didik sebagai makhluk hidup yang
tergolong kelompok biotic.[1]
Abuddin
Nata mengatakan, lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu
yangmengitari kehidupan, baik berupa fisik seperti alam jagat raya dengan
segala isinya,maupun nonfisik, seperti suasana kehidupan beragama, nilai-nilai
dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat, ilmu pengetahuan dan
kebudayaan yang berkembang, sertateknologi.[2]
Sedangkan
menurut Sartain, yang dimaksud dengan lingkungan meliputi semuakondisi dalam
dunia ini yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku
kita, pertumbuhan, perkembangan, atau life proccess kita kecuali gen-gen.[3]
Jenis-jenis Lingkungan pendidikan
Lingkungan pendidikan
adalah tempat seseorang memperoleh pendidikan secara langsung dan tidak
langsung. Oleh karena itu, lingkungan pendidikan ada yang bersifat sosial dan
material. Lingkungan pendidikan secara garis besarnya oleh Ki Hajar Dewantoro
dibagi menjadi tiga yang disebut denga Tri
Pusat Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.[4]
1. Lingkungan Keluarga
Keluarga
merupakan suatu soaial terkecil dalam kehidupan umat manusia sebagai makhluk
sosial, ia merupakan unit pertama dalam masyarakat. Disitulah terbentuknya
tahap awal proses sosialiasi dan perkembangan individu. Keluarga merupakan
masyarakat alamiah yang pergaulan diatara golongannya bersifat khas. Di
lingkungan ini terletak dasar-dasar pendidikan. Disini pendidikan berlangsung
dengan sendirinya sesuai dengan tatanan pergaulan yang berlaku didalamnya.[5]
Menurut Mohammad Surya dalam bukunya
menjelaskan bahwa dari sekian banyak faktor -faktor yang mengkodidisikan
penyesuaian diri, tidak ada satupun faktor yang lebih penting selain daripada
factor rumah dan keluarga karena keluarga merupakan satuan kelompok sosial yang
terkecil. Dan lingkungan yang paling awal bagi perkembangan individu adalah
Rahim ibu yang kemudian berkembang pada lingkungan yang lebih luas, seperti
pola dan kualitas pertumbuhan dan perkembangan individu lingkungan tersebut.
Lingkungan alam tempat individu dilahirkan dan dibesarkan akan banyak
mempengaruhi kondisi perkembangan individu.
2. Lingkungan Sekolah
Kegiatan
pendidikan pada mulanya dilaksanakan dalam lingkungan keluarga dengan
menempatkan ayah dan ibu sebagai pendidikan utama, dengan semakin dewasanyaanak
semakin banyak hal-hal yang dibutuhkannya untuk dapat hidup di dalam masyarakat
secara layak dan wajar. Sebagai respon dalam memenuhi kebutuhan tersebut
muncullah usaha untuk mendirikan sekolah di lingkungan keluarga.
Sekolah
memegang peranan penting dalam pendiidkan karena pengaruhnya besar sekali pada
jiwa anak. Maka disamping keluarga sebagai pusat pendidikan, sekolah pun
mempunyai fungsi sebagi pusat pendidikan untuk pembentukan pribadi anak. Dengan
sekolah, pemerintah mendidik bangsanya untuk menjadi seorang ahli yang sesuai
dengan bidang dan bakatnya si anak yang berguna bagi dirinya, dan berguna bagi
nusa dan bangsanya.[6]
Sekolah sengaja disediakan atau dibangun khusus untuk tempat pendidikan, maka
dari itu, sekolah sebagai tempat atau lembaga pendiidkan kedua setelah
keluarga, lebih –lebih mempunyai fungsi melanjutkan pendidikan keluarga dengan
guru sebagi pengganti orang yang harus ditaati. Dalam perkembangan fisik dan
psikologi anak, selanjutnya anak itu memperoleh pengalaman-pengalaman baru
dalam hubungan sosialnya dengan anak –anak lain yang berbeda status sosial,
kesukuan, agama, jenis kelamin, dan kepribadian. Lambat laun ia membebaskan
diri dari ikatan rumah tangga untuk mencapai kedewasaan dalam hubungan
sosialnya dengan masyarakat luas.
3. Lingkungan Masyarakat
Dari
lahir sampai mati manusia hidup sebagai anggota masyarakat. Hidup dalam
masyarakat berarti adanya interaksi sosial dengan orang-orang di sekitar dan
dengan demikian mengalami pengaruh dan mempengaruhi orang lain. Interaksi
sosial sangat utama dalam tiap masyarakat.
Masyarakat
merupakan lembaga pendidikan ketiga sesudah keluarga dan sekolah, mempunyai sifat
dan fungsi yang berbeda dengan ruang lingkup dengan batasan yang tidak jelas
dan keanekaragaman bentuk kehudupan sosial serta berjenis-jenis
budaya.Masyarakat diartikan sebagai sekumpulan orang yang menempati suatu
daerah, diikat oleh pengalaman-pengalaman yang sama, memiliki sejumlah
persesuaian dan sadar akan kesatuannya, serta dapat bertindak bersama untuk
mencukupi krisis kehidupannya.[7]
Unsur-unsur pokok dan suatu masyarakat
adalah:
a.Adanya unsur kelompok manusia
yang bertempat tinggal di daerah tertentu.
b.Mempunyai tujuan yang sama
c.Mempunyai nilai-nilai dan norma-norma
yang ditaati bersama
d.Mempunyai perasaan baik suka maupun
duka
e.Mempunyai organisasi yang ditaati[8]
Di
masyarakat terdapat norma-normasosial budaya yang harus diikuti oleh warganya
dan norma-norma itu berpengaruh dalam pembentukan kepribadian warganya dalam
bertindak dan bersikap.Norma-norma masyarakat yang berpengaruh tersebut
merupakan aturan-aturan yang ditularkan oleh generasi tua kepada generasi
mudanya. Penularan-penularan yang dilakukan dengan sadar dan bertujuan ini
sudah merupakan proses pendidikan masyarakat.
Kesimpulan
Proses
mencapai tujuan pendidikan untuk menghasilkan manusia yang unggul baik secara
pribadi maupun penguasaan ilmu pengetahuan tidak hanya tergantung tentang
bagaiamana sistem pendidikan di jalankan oleh lingkungan pendidikan
formal. Namun juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga serta lingkungan
masyarakat. Antara lingkungan pendidikan yang satu dan lingkungan yang lain
yang disebut sebgaia tripusat pendidikan tidak dapat berdiri sendiri, namun ada
hubungan saling mempengaruhi diantara lingkungan pendidikan.
Daftar Pustaka
Ahmadi Abu, Uhbiyati Nur. 1995. Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Rineka
Cipta,
Daradjat Zakiah. 2008. Ilmu Pendidikan Islam.
Jakarta: Bumi Aksara
Djamarah Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: PT.
Rineka Cipta
Hasbullah. 2012. Dasar –Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rajawali
Pers
Nata Abuddin. 2010. Ilmu Pendidikan
Islam. Jakarta: Kencana
Purwanto Ngalim. 2000. Ilmu
Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: Remaja Rosdakarya
[1] Syaiful Bahri
Djamarah. Psikologi Belajar. (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002), hlm.142
[2]
Abuddin Nata. Ilmu Pendidikan Islam.
(Jakarta: Kencana, 2010) hlm.291.
[3]
M. Ngalim Purwanto. Ilmu Pendidikan Teoritis
dan Praktis. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000) hlm.72
[6] Op.cit, Abu
Ahmadi dan Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan. hlm. 180
[7] Hasbullah.
Dasar –Dasar Ilmu Pendidikan. (Jakarta: Rajawali Pers, 2012) hlm. 55
[8] Op.cit, Abu
Ahmadi dan Nur Uhbiyati. Ilmu Pendidikan. hlm. 31
Tidak ada komentar:
Posting Komentar