TUJUAN PENDIDIKAN
(Kajian Menurut Tokoh Pendidikan)
Faizhal Dawam Rifqi Maulana
Institut Agama Islam Negeri Madura
E-mail : Kakrifky303@gmail.com
Abstrak
Tujuan pendidikan
agar siswa mampu mengembangkan diri menjadi sungguh-sungguh manusia utuh,
manusia sejati sesuai keunikan setiap pribadi, memiliki harkat dan martabat
sebagai manusia. Namun dalam hal menguraikan tentang tujuan dari pada
pendidikan beberapa tokoh menguraikan penjelasan yang berbeda satu sama lain.
Diantaranya ialah Ki Hajar Dewantoro, KH. Hasyim Asy'ari, Ibnu Khaldun, John
Dewey, Lavengeld yang mempunyai prekspektif berbeda dalam rumusan tujuan
pendidikan.
Kata Kunci : Ki Hajar
Dewantoro, KH. Hasyim Asy'ari, Ibnu Khaldun, John Dewey, Lavengeld
Pendahuluan
Hampir
semua orang dikenai pendidikan dan melaksanakan pendidikan. Sebab pendidikan
tidak pernah terpisah dengan kehidupan manusia. Tujuan pendidikan adalah suatu faktor
yang amat sangat penting di dalam pendidikan, karena tujuan merupakan arah yang
hendak dicapai atau yang hendak di tuju oleh pendidikan. Begitu juga dengan
penyelenggaraan pendidikan yang tidak dapat dilepaskan dari sebuah tujuan yang
hendak dicapainya. Hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan pendidikan yang di
alami bangsa Indonesia. Tujuan pendidikan juga dapat didefinisikan sebagai
salah satu unsur dari pendidikan yang berupa rumusan tentang apa yang harus
dicapai oleh para peserta didik.
Tujuan
pendidikan yang berlaku pada waktu Orde Lama berbeda dengan Orde Baru, demikian
pula sejak Orde Baru hingga sekarang, rumusan tujuan pendidikan selalu
mengalami perubahan dari pelita ke pelita sesuai dengan tuntutan pembangunan
dan perkembangan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu kita harus lebih
mengetahui peran tujuan pendidikan dalam kehidupan kita dengan mengkaji tentang
pendapat-pendapat tokoh pendidikan.
Pembahasan
Para
ahli memiliki rumsan tujuan pendidikan yang berbeda satu sama lain.
Masing-masing menekankan pada orientasi tertentu dalam perumusan tujuan
pendidikan. Hal ini menunjukan bahwa rumusan tujuan pendidikan mengarah pada
orientasi yang bervariasi sebagai mana variasi didalam perumusannya.
Kajian tujuan pendidikan
menurut tokoh pendidikan :
1. Ki Hajar Dewantoro
Tujuan pendidikan
merupakan masalah sentral dalam pendidikan, sebab tanpa perumusan yang jelas
tentang tujuan pendidikan, maka kegiatan pendidikan menjadi tanpa arah bahkan
dapat salah langkah, oleh karena itu perumusan tujuan pendidikan dengan jelas
dan tegas sejak awal menjadi bagian yang sangat penting untuk dilakukan.
Menurut Ki Hadjar
Dewantara pendidikan sebagai tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak,
artinya pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu,
agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat
dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Pendidikan
sebagai tuntunan tidak hanya menjadikan seorang anak mendapat kecerdasan yang
lebih tinggi dan luas, tetapi juga menjauhkan dirinya dari perbuatan jahat[1].
Jadi, Menurut Ki Hajar Dewantoro
tujuan pendidikan adalah tercapai kesempurnaan hidup anak didik.[2]
2. KH. Hasyim Asy'ary
Dalam
kitab Adab al-'Alim wal al-Muta'allim, KH. Hasyim Asy'ary menyebutkan
tujuan pendidikan yang, pertama, membentuk insan paripurna yang
bertujuan mendekatkan diri kepada allah SWT, Kedua adalah membentuk
insan paripurna yangb mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat.
Jika
dikaji, tujuan pendidikan yang dikemukakan adalah untuik mencapai derajat ulama
dan dderajat inssan yang paling utama (khair al-bariyah) dan bisa
beramal dengan ilmu yang diperoleh serta mencapai ridho Allah.[3]
3. Ibnu Kholdun
Menurut
Ibnu Kholdun tujuan pendidikan adalah (1) Memberikan kepada pikiran untuk
berkreasi, karena aktivitas ini sangat penting bagi terbukanya pikiran dan
kematangan individu yang akan memberikan faedah kepada masyarakat. (2) Memperoleh
ilmu pengetahuansebagai alat untuk membantu dalam mencapai kehidupan yang baik
dalam masyarakat yang berbudaya. (3) Memperoleh lapangan pekerja yang digunakan
unutk mencari rezeki.[4]
Tujuan
pendidikan Ibnu Khaldun lebih bersifat realistis, sehingga beliau menjadikan
pendidikan bukan hanya bertujuan meninggikan derajat manusia namun lebih kepada
untuk dapat membantu mencari lapangan pekerjaan. Kondisi pendidikan saat ini
pun lebih mengarah kepada pemikiran Ibn Khaldun yakni untuk menciptakan sumber
daya manusia (SDM). Banyak sekolah-sekolah yang menawarkan berbagai promosi
pekerjaan setelah lulus dan ketika memilih jurusan untuk sekolah pun dikaitkan
dengan lapangan pekerjaan apa yang ingin diharapkan. SDM untuk kondisi
masyarakat masa kini, memang sangat dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan
selanjutnya. Namun, sebaiknya pendidikan pun juga ditujukan untuk melaksanakan
fungsi manusia sebagai khalifah dimuka bumi, untuk beribadah dan untuk mencapai
ridho Allah.[5]
4. John Dewey
Tujuan pendidikan diarahkan untuk mencapai suatu kehidupan
yang demokratis. Demokratis bukan dalam arti politik, melainkan sebagai cara
hidup bersama sebagai way of life, pengalaman bersama dan komunikasi
bersama. Tujuan pendidikan merupakan usaha agar individu melanjutkan
pendidikannya. Tujuan pendidikan terletak pada proses pendidikan itu sendiri,
yakni kemampuan dan keharusan individu meneruskan perkembangannya.[6]
jadi, menurut John Dewey tujuan pendidikan adalah usaha atau alat untuk mencapai
tujuan pendidikan yang lebih tinggi.[7]
5. Langeveld
Menurut Langeveld tujuan pendidikan
adalah terwujudnya manusia dewasa.[8]
Kesimpulan
Terdapat
berbagai ulasan mengenai tujuan pendidikan diantaranya ialah :
1.
Menurut Ki Hajar Dewantoro tujuan pendidikan adalah tercapai kesempurnaan hidup anak didik.
2. Menurut KH. Hasyim Asy'ari
adalah untuik mencapai derajat ulama dan derajat inssan yang
paling utama (khair al-bariyah) dan bisa beramal dengan ilmu yang
diperoleh serta mencapai ridho Allah.
3. Menurut Ibnu Khaldun yakni; 1) Mengasah kemampuan pikiran
(akal) dan mempergunakannya untuk aktif dan bekerja. 2) Melahirkan masyarakat
yang berkebudayaan dan membentuk peradaban. 3) Agar mampu memenuhi kebutuhan hidupnya
(memperoleh rizki). 4) Meningkatkan keyakinan kepada Allah dan mendekatkan diri
pada- Nya.
4. Menurut John Dewey tujuan pendidikan adalah usaha atau
alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih tinggi.
5. Menurut Langeveld tujuan pendidikan adalah terwujudnya
manusia dewasa.
Daftar Pustaka
Arifah Nur. 2012. Pemikiran Ibnu
Khaldun tentang Pendidikan. Jurnal Pendidikan. Hal. 6-7
Rohman Arif. 2009. Memahami
Pendidikan & Ilmu Pendidikan. Yogyakarta : LaksBang Mediatama.
Saleh Khairus. 2016. Pendidikan
Humanisme antara Barat dan Islam. Jurnal Pendidikan. Hal : 5
Yanuarti Eka. 2017. Pemikiran
Pendidikan Ki. Hajar Dewantoro dan Relevansinya dengan Kurikulum 13. Jurnal Penelitian. Vol. 11 Hal : 246
Zuhro Fatimatuz. 2014. Pemikiran
Pendidikan menurut KH. Hasyim Asy'ari. Skripsi. Malang. Universitas Negeri Maulana Malik
Ibrahim.
[1]
Rohman Arif. Memahami
Pendidikan & Ilmu Pendidikan. (Yogyakarta : LaksBang Mediatama. 2009.) Hal. 93
[2]
Yanuarti Eka. 2017. Pemikiran
Pendidikan Ki. Hajar Dewantoro dan Relevansinya dengan Kurikulum 13. Jurnal
Penelitian. Vol. 11 Hal : 246
[3] Zuhro Fatimatuz. 2014. Pemikiran Pendidikan menurut KH.
Hasyim Asy'ari. Skripsi. Malang. Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim. Hal : 48
[5]
Arifah Nur. 2012. Pemikiran
Ibnu Khaldun tentang Pendidikan. Jurnal Pendidikan. Hal. 6
[6]
Saleh Khairus. 2016. Pendidikan
Humanisme antara Barat dan Islam. Jurnal Pendidikan. Hal : 5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar