Jumat, 31 Mei 2019

TUJUAN PENDIDIKAN


TUJUAN PENDIDIKAN
(Kajian Menurut Tokoh Pendidikan)

Faizhal Dawam Rifqi Maulana
Institut Agama Islam Negeri Madura
E-mail : Kakrifky303@gmail.com

Abstrak
Tujuan pendidikan agar siswa mampu mengembangkan diri menjadi sungguh-sungguh manusia utuh, manusia sejati sesuai keunikan setiap pribadi, memiliki harkat dan martabat sebagai manusia. Namun dalam hal menguraikan tentang tujuan dari pada pendidikan beberapa tokoh menguraikan penjelasan yang berbeda satu sama lain. Diantaranya ialah Ki Hajar Dewantoro, KH. Hasyim Asy'ari, Ibnu Khaldun, John Dewey, Lavengeld yang mempunyai prekspektif berbeda dalam rumusan tujuan pendidikan.

Kata Kunci : Ki Hajar Dewantoro, KH. Hasyim Asy'ari, Ibnu Khaldun, John Dewey, Lavengeld

Pendahuluan
     Hampir semua orang dikenai pendidikan dan melaksanakan pendidikan. Sebab pendidikan tidak pernah terpisah dengan kehidupan manusia. Tujuan pendidikan adalah suatu faktor yang amat sangat penting di dalam pendidikan, karena tujuan merupakan arah yang hendak dicapai atau yang hendak di tuju oleh pendidikan. Begitu juga dengan penyelenggaraan pendidikan yang tidak dapat dilepaskan dari sebuah tujuan yang hendak dicapainya. Hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan pendidikan yang di alami bangsa Indonesia. Tujuan pendidikan juga dapat didefinisikan sebagai salah satu unsur dari pendidikan yang berupa rumusan tentang apa yang harus dicapai oleh para peserta didik.
Tujuan pendidikan yang berlaku pada waktu Orde Lama berbeda dengan Orde Baru, demikian pula sejak Orde Baru hingga sekarang, rumusan tujuan pendidikan selalu mengalami perubahan dari pelita ke pelita sesuai dengan tuntutan pembangunan dan perkembangan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu kita harus lebih mengetahui peran tujuan pendidikan dalam kehidupan kita dengan mengkaji tentang pendapat-pendapat tokoh pendidikan.

Pembahasan
            Para ahli memiliki rumsan tujuan pendidikan yang berbeda satu sama lain. Masing-masing menekankan pada orientasi tertentu dalam perumusan tujuan pendidikan. Hal ini menunjukan bahwa rumusan tujuan pendidikan mengarah pada orientasi yang bervariasi sebagai mana variasi didalam perumusannya.
Kajian tujuan pendidikan menurut tokoh pendidikan :
1.     Ki Hajar Dewantoro
Tujuan pendidikan merupakan masalah sentral dalam pendidikan, sebab tanpa perumusan yang jelas tentang tujuan pendidikan, maka kegiatan pendidikan menjadi tanpa arah bahkan dapat salah langkah, oleh karena itu perumusan tujuan pendidikan dengan jelas dan tegas sejak awal menjadi bagian yang sangat penting untuk dilakukan.
Menurut Ki Hadjar Dewantara pendidikan sebagai tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, artinya pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Pendidikan sebagai tuntunan tidak hanya menjadikan seorang anak mendapat kecerdasan yang lebih tinggi dan luas, tetapi juga menjauhkan dirinya dari perbuatan jahat[1]. Jadi, Menurut Ki Hajar Dewantoro tujuan pendidikan adalah tercapai kesempurnaan hidup anak didik.[2]

2.     KH. Hasyim Asy'ary
            Dalam kitab Adab al-'Alim wal al-Muta'allim, KH. Hasyim Asy'ary menyebutkan tujuan pendidikan yang, pertama, membentuk insan paripurna yang bertujuan mendekatkan diri kepada allah SWT, Kedua adalah membentuk insan paripurna yangb mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat.
            Jika dikaji, tujuan pendidikan yang dikemukakan adalah untuik mencapai derajat ulama dan dderajat inssan yang paling utama (khair al-bariyah) dan bisa beramal dengan ilmu yang diperoleh serta mencapai ridho Allah.[3]

3.     Ibnu Kholdun
            Menurut Ibnu Kholdun tujuan pendidikan adalah (1) Memberikan kepada pikiran untuk berkreasi, karena aktivitas ini sangat penting bagi terbukanya pikiran dan kematangan individu yang akan memberikan faedah kepada masyarakat. (2) Memperoleh ilmu pengetahuansebagai alat untuk membantu dalam mencapai kehidupan yang baik dalam masyarakat yang berbudaya. (3) Memperoleh lapangan pekerja yang digunakan unutk mencari rezeki.[4]
Tujuan pendidikan Ibnu Khaldun lebih bersifat realistis, sehingga beliau menjadikan pendidikan bukan hanya bertujuan meninggikan derajat manusia namun lebih kepada untuk dapat membantu mencari lapangan pekerjaan. Kondisi pendidikan saat ini pun lebih mengarah kepada pemikiran Ibn Khaldun yakni untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM). Banyak sekolah-sekolah yang menawarkan berbagai promosi pekerjaan setelah lulus dan ketika memilih jurusan untuk sekolah pun dikaitkan dengan lapangan pekerjaan apa yang ingin diharapkan. SDM untuk kondisi masyarakat masa kini, memang sangat dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan selanjutnya. Namun, sebaiknya pendidikan pun juga ditujukan untuk melaksanakan fungsi manusia sebagai khalifah dimuka bumi, untuk beribadah dan untuk mencapai ridho Allah.[5]
4.     John Dewey
Tujuan pendidikan diarahkan untuk mencapai suatu kehidupan yang demokratis. Demokratis bukan dalam arti politik, melainkan sebagai cara hidup bersama sebagai way of life, pengalaman bersama dan komunikasi bersama. Tujuan pendidikan merupakan usaha agar individu melanjutkan pendidikannya. Tujuan pendidikan terletak pada proses pendidikan itu sendiri, yakni kemampuan dan keharusan individu meneruskan perkembangannya.[6] jadi, menurut John Dewey tujuan pendidikan adalah usaha atau alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih tinggi.[7]
5.     Langeveld
Menurut Langeveld tujuan pendidikan adalah terwujudnya manusia dewasa.[8]
Kesimpulan
            Terdapat berbagai ulasan mengenai tujuan pendidikan diantaranya ialah :
1.  Menurut Ki Hajar Dewantoro tujuan pendidikan adalah tercapai kesempurnaan hidup anak didik.
2. Menurut KH. Hasyim Asy'ari adalah untuik mencapai derajat ulama dan derajat inssan yang paling utama (khair al-bariyah) dan bisa beramal dengan ilmu yang diperoleh serta mencapai ridho Allah.
3. Menurut Ibnu Khaldun yakni; 1) Mengasah kemampuan pikiran (akal) dan mempergunakannya untuk aktif dan bekerja. 2) Melahirkan masyarakat yang berkebudayaan dan membentuk peradaban. 3) Agar mampu memenuhi kebutuhan hidupnya (memperoleh rizki). 4) Meningkatkan keyakinan kepada Allah dan mendekatkan diri pada- Nya.
4. Menurut John Dewey tujuan pendidikan adalah usaha atau alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih tinggi.
5. Menurut Langeveld tujuan pendidikan adalah terwujudnya manusia dewasa.

Daftar Pustaka
Arifah Nur. 2012. Pemikiran Ibnu Khaldun tentang Pendidikan. Jurnal Pendidikan. Hal. 6-7
Rohman Arif. 2009. Memahami Pendidikan & Ilmu Pendidikan. Yogyakarta : LaksBang             Mediatama.
Saleh Khairus. 2016. Pendidikan Humanisme antara Barat dan Islam. Jurnal Pendidikan. Hal : 5
Yanuarti Eka. 2017. Pemikiran Pendidikan Ki. Hajar Dewantoro dan Relevansinya dengan             Kurikulum 13. Jurnal Penelitian. Vol. 11 Hal : 246
Zuhro Fatimatuz. 2014. Pemikiran Pendidikan menurut KH. Hasyim Asy'ari. Skripsi. Malang.           Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim.


[1] Rohman Arif. Memahami Pendidikan & Ilmu Pendidikan. (Yogyakarta : LaksBang Mediatama. 2009.) Hal. 93
[2] Yanuarti Eka. 2017. Pemikiran Pendidikan Ki. Hajar Dewantoro dan Relevansinya dengan Kurikulum 13. Jurnal             Penelitian. Vol. 11 Hal : 246
[3] Zuhro Fatimatuz. 2014. Pemikiran Pendidikan menurut KH. Hasyim Asy'ari. Skripsi. Malang. Universitas          Negeri Maulana Malik Ibrahim. Hal : 48
[4] Opcit. Rohman Arif. hlm. 123
[5] Arifah Nur. 2012. Pemikiran Ibnu Khaldun tentang Pendidikan. Jurnal Pendidikan. Hal. 6
[6] Saleh Khairus. 2016. Pendidikan Humanisme antara Barat dan Islam. Jurnal Pendidikan. Hal : 5
[7] Opcit. Rohman Arif. Hal. 93alH
[8] Opcit. Rohman Arif. Hal. 92

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ANAK DIDIK SEBAGAI FAKTOR PENDIDIKAN

ANAK DIDIK SEBAGAI FAKTOR PENDIDIKAN (Ragam A l iran Kemungkinan Pendidikan Bagi Anak) Faizha l Dawam Rifqi Mau l ana Institut ...